Who is behind the words
Aku Myra Senja. Bukan seseorang yang benar-benar ada, tapi juga bukan sepenuhnya cerita. Aku lahir dari banyak hal yang tidak selalu bisa dijelaskan dengan mudah—tentang senja yang tenang, malam yang terlalu panjang, dan pikiran-pikiran kecil yang sering memilih diam.
Aku menyukai senja karena ia tidak pernah memaksa langit untuk tetap terang. Ia datang perlahan, redup tanpa terburu-buru, seolah mengajarkan bahwa melepaskan tidak selalu harus menyakitkan. Dari senja, aku belajar bahwa tidak semua kehilangan perlu ditangisi keras-keras. Kadang cukup diterima pelan-pelan sampai hati terbiasa.
Aku menulis bukan karena hidupku paling rumit, tetapi karena ada banyak rasa yang terlalu sulit diucapkan langsung. Kata-kata menjadi tempatku pulang ketika dunia terasa terlalu bising. Di antara malam, kopi, dan lagu-lagu yang diputar berulang kali, aku mencoba memahami diriku sendiri dengan cara yang lebih jujur dan teduh.
Aku hanyalah manusia biasa yang sedang belajar berdamai dengan sepi, dengan luka, dan dengan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Tetapi sejauh apa pun aku tersesat dalam pikiran sendiri, aku tetap percaya bahwa setiap hati akan menemukan cahaya kecilnya pada waktunya nanti.
Quiet thoughts, loud world.